Langsung ke konten utama

Ini Yang Bikin Rencana Beli Rumah Dengan KPR Gagal Total !!!




Menabung sejumlah uang untuk membayar biaya uang muka atau DP atau bahkan membeli rumah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bila tidak dilakukan dengan sungguh – sungguh maka akan sulit untuk direalisasikan. Hal inilah yang membuat kita harus berhati – hati agar KPR yang kita jalankan tidak mengalami masalah atau gagal di tengah jalan. Urusan KPR tidak bisa dianggap remeh. Meskipun memiliki aturan dan kebijakan yang sama, hal ini tidak bisa dijadikan sebagai alasan kita untuk lalai ketika menyelesaikan prosedur ini. Meskipun kita sudah memiliki uang pesekot 50 % dan sudah mantap dengan semua simulasi KPR yang kita pelajari. Itu tidak bisa dijadikan sebagai jaminan bahwa pengajuan KPR yang kamu berikan akan disetujui. Uang muka hanya merupakan salah satu persyaratan dalam mengurus KPR. Ada setidaknya 5 hal lain yang bisa membuat rencana membeli rumah melalui KPR yang kamu lakukan gagal total.

1.      Utang

Credit card atau kartu kredit memang memiliki fasilitas yang luar biasa. Namun bila kamu tidak menyelesaikan kewajiban tagihan dengan baik. Proses pengajuan KPR yang kamu lakukan bisa – bisa ditolak. Pihak lembaga atau bank akan memprediksikan bahwa kamu tidak bisa melunasi angsuran KPR. Karena mengingat tunggakan kartu kredit yang masih mengantri untuk dilunasi. Bank akan melakukan pengecekan akan hutang – hutang yang kamu miliki pada bank prosedur ini dinamakan Bi checking. Bila kita memilki sedikit saja masalah pada kredit yang dijalankan, sangat kecil kemungkinan permohonan KPR yang diajukan akan disetujui. Hal ini pun berlaku pada pengajuan pinjaman jenis lainnya khususnya di Bank.

2.      Angsuran kendaraan belum lunas
Ksus yang satu ini hampir mirip dengan yang nomor pertama. Bank atau lembaga keuangan kan berpikir ulang dan mempertimbangkan berbagai hal lainnya jika kita masih memiliki beban cicilan. Maka sebaiknya sebelum mengajukan permintaan KPR lunasi terlebih dahulu cicilan dan angsuran. Meskipun tidak ada larangan khusus yang dikeluarkan oleh pihak bank yang menyatakan bahwa tidak boleh memiliki angsuran lain selain pinjaman yang akan diajukan. Namun hal tersebut akan menjadi pertimbangan yang cukup kuat oleh pihak bank. Jika kita sudah melunasi cicilan atau angsuran utang lainnya. pihak bank akan melihat kita sebagai nasabah yang bersih dan bebasdari beban hutang serta dianggap sanggup untuk melunasi utang KPR yang diajukan.

3.      Riwayat kerja singkat
Umumnya sebagian besar pihak bank memberikan syarat agar pengaju KPR sudah memiliki pekerjaan yang tetap untuk mendapatkan persetujuan. Namun ada hal yang sangat krusial yang sering kali dipertimbangkan oleh bank, yakni masa kerja. Biasanya seorang pegawai akan mendapat status pegawai tetap setelah bekerja seama du athun. Namun status ini bukan menjadi jaminan kamu akan lolos. Lebih dari pada itu. Pihak bank akan melihat sudah berapa lama kita bekerja. Tujuannya hanya untuk memastikan bahwa kamu sudah mantap bekerja di tempat tersebut dalam waktu yang lama. Meskipun begitu KPR tetap bisa diakses oleh pekerja kontrak atau freelance. Hanya saja prosesnya lebih panjang dengan tambahan negosiasi tertentu dengan pihak bank.

4.      Rumah tidak dilokasi strategis
Ketika mengajukan KPR tentu kita akan memohon pinjaman dengan menyertakan jaminan. Jaminan tersebut ialah rumah yang akan kita beli. pihak bank akan mempertmbangkan nilai jual rumah tersebut dan lokasi dari rumah. Bila rumah dinilai marketable atau mudah untuk dijual kembali maka KPR akan mudah untuk kamu dapatkan. Namun jika area rumah ternyata sulit untuk laku dan mendapaykan pembeli seperti misalnya rumah yang berada di pinggir sungai atau sulit dilalui oleh kendaraan. Maka kamu tidak bisa mengajukan KPR di bank atau lembaga keuangan manapun. Meskipun kamu sudah matang dan mantap akan semua persyaratan hingga simulasi KPR yang sudah kamu buat. Jika masalah ini terjadi maka jangan harap persetujuan dari pihak bank.

5.      Tidak jujur
Ketika pengajuan KPR sedang diproses, salah satu tahap lain yang akan kita jalani ialah tahap wawancara. Dalam proses ini kita harus menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan oleh pihak bank dengan sejujur – jujurnya. Begitu pun ketika kita membelikan dokumen seperti slip gaji. Kita tidak bisa mereka – reka atau mengada – ngada. Ketika kita ketahuan tidak jujur atau mencoba untuk berbohong maka kita akan dimasikan kedalam blacklist atau tidak pernah mendapatkan persetujuan di bank atau lembaga keuangan manapun untuk mengajukan pinjaman.

Sebenarnya proses KPR ini cukup sederhana. Jika kita ikuti prosedurnya dengan baik maka persetujuan KPR pun akan diterima dengan positif. Jangan coba – coba untuk berbohong atau main belakang dengan menggunakan calo. Selain membat biaya KPR membengkap bisa saja pada saat pertengahan proses kita malah ditipu. Bukan hal yang mustahil bila calo tersebut ternyata abal – abal. Sebaiknya cermat dan lakukan semua proses sendiri. Jika tidak jangan pernah berharap untuk bisa mendapatkan persetujuan atau bahkan rumah impian melalui KPR.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kamera yang Banyak Dipakai Fotografer Terkenal

4 Usaha Kreatif dan Potensial yang Bisa Anda Jalankan di Tanah Abang

Tanah Dijual Area Malang